THE WRATH AND THE DAWN (BOOK 1 OF 2) – RENEE AHDIEH





 The Wrath and The Dawn
By Renee Ahdieh
443 pages
ISBN: 978-602-6208-74-3
Edition Languange: Indonesia
Year Released in Indonesia: 2016


Shahrzad,
……
Dan sekarang aku tidak menemukan kata-kata untuk mengatakan apa yang harus dikatakan. Untuk menyampaikan kepadamu bahkan meski hanya sedikit dari utangku kepadamu. Ketika memikirkanmu, aku tidak dapat menemukan udara untuk bernapas. Dan sekarang meskipun kau sudah pergi, tidak ada rasa sakit atau rasa takut. Yang tertinggal hanyalah rasa syukur.
……
Jadi aku menulis kepada langit –
Aku mencintaimu, beribu kali lipat. Dan aku tidak akan meminta maaf untuk itu.

Khalid



Hopelessly romantic! Itu dua kata yang bisa gue ungkapin untuk buku ini. Dan buat gue yang memang penggemar buku-buku fiksi romantis (beda selera gue sama Bu Angel!), ya udah.. meleleh dengan sukses gara-gara buku ini. The Wrath and The Dawn udah gue baca dari tahun 2016, saat pertama kali terbit di Indonesia. But just reviewed it like... now? Why so late?

I know.. I Know.. tapi gue rasa buku ini perlu diulas walaupun mungkin udah basi. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Buku ini berlatar belakang kisah cinta yang terinspirasi dari kisah Scheherezade di kisah 1001 malam. Kedua tokoh utama kita dalam cerita ini adalah Khalid, seorang sultan yang terkenal di antara rakyatnya sebagai sultan yang selalu membunuh istri-istri nya dan Shahrzad a.k.a Shazi, seorang gadis muda yang rela mengajukan dirinya sebagai istri terbaru Sultan dengan tujuan membalaskan dendam kematian sepupunya, Shiva.

The Wrath and The Dawn merupakan sekuel pertama yang menitikberatkan kepada perjalanan Khalid dan Shahrzad hingga mereka menjadi pasangan yang saling mencintai. Alasan mengapa Khalid harus membunuh istri-istrinya setiap pagi juga diungkapkan dalam buku ini. Sementara konflik-konflik sesungguhnya dan bagaimana kisah akhir dari pasangan ini baru akan  diceritakan pada sekuel kedua buku ini yang berjudul The Rose and The Dagger.

Gue gak bisa menjelaskan panjang lebar tentang jalan ceritanya, yang ada nanti spoiler buat kalian yang belum pernah baca buku ini. Yang jelas, buku ini berhasil mengaduk-aduk emosi gue selama membaca buku ini. Melihat bagaimana perjuangan Shahrzad untuk mengungkap rahasia-rahasia Khalid dan bagaimana Khalid yang perlahan luluh di hadapan Shahrzad, jantung gue ikutan berdebar gak karuan jadinya.

Buku ini manis, minim dari sentuhan romantisme berlebihan, tapi sanggup bikin yang baca ikut ber “aah-aah so sweet” waktu membaca dialog antara Shahrzad dan Khalid, dan yang paling penting ada sentuhan cerita-cerita orang di sekitar Khalid dan Shahrzad, nggak yang melulu romantis dari awal sampai akhir. Konflik ceritanya juga terbangun dengan baik.

To be honest, gue udah lama nungguin novel-novel yang berlatar belakang kehidupan timur tengah begini, apalagi gue cerita Arabian Night. Jadi dulu itu, waktu pertama kali cover merah buku ini menarik perhatian gue, dan gue baca sinopsis di bagian belakang bukunya, gak pake mikir dua kali, langsung bayar ke kasir dengan perasaan super excited. Dan ternyata tidak mengecewakan sama sekali, saudara-saudari sekalian!

Intinya.. gue suka banget sama Khalid dan Shahrzad! Good job lah buat Renee Ahdieh!

4.7 dari 5!! Itu nilai yang gue kasih untuk buku ini!

Gue udah baca buku ini 3 kali saking cintanya..


"Pukul aku jika kau mau, Shazi. Lakukan apapun yang kau mau. Tapi jangan menggoreskan luka yang itu; jangan pergi.” – Khalid kepada Shahrzad, pg. 318

Komentar

Postingan Populer